Dari namanya saja kita sudah tau apa yang menjadi ciri khas tanaman ini, KEMANGI.. harum wanginya.. Yup, you are right..Daun wangi ini biasanya dijadikan lalapan segar dalam menu pecel lele, bebek goreng, ataupun pindang Patin. Tak terkecuali pula untuk menu makanan khas lainnya. Dalam bidang kesehatan, kemangi dianggap mampu meningkatkan kesuburan dan vitalitas pria. Sedangkan untuk wanita, kemangi sering dimanfaatkan untuk organ wanita, karena dipercaya dapat membersihkan dan mengharumkan organ wanita.
Begitu banyak manfaatnya, lagi-lagi aku tertarik untuk menanamnya di kebunku sendiri. Niat itupun semakin kuat saat aku hendak membuat pepes ikan kembung. Kemangi merupakan ingredients yang menurutku paling penting dalam masakan ini. Pepes ikan tanpa kemangi, hambar dan kurang nikmat (menurutku lho )... Saat aku hendak membeli kemangi yang biasanya 6-10 batang.ikat dihargai Rp. 1000, kini dengan harga segitu hanya mendapat seikat kemangi yang hanya berisi 2-3 batang.. wah, lagi langka ya kemangi di pasaran. lha, kalo untuk buat pepes 5 ekor ikan kembung, harus berapa ikat belinya? Nah, langsung dech insting berkebunku muncuk lagi. Bibitnya ga usah susah nyari-nyari, cukup dengan 4 ikat kemangi yang kubeli itu, aku menanam langsung batang kemangi (biasanya disertai akar) ke dalam media tanah yang kumasukkan di dalam pot kaleng bekas susu anakku dan sebagian langsung di halaman samping rumahku. Lalu cukup siram 1 x sehari (pagi hari) atau 2x sehari (pagi&sore) jika udara terasa agak panas dan tanah cepat kering, maka Insyaallah tanaman kemangi yang diimpikan akan bisa tumbuh dengan subur.. =) terbukti lho, kini kemangiku yang berusia 2 minggu sudah muncul daun-daun muda.. memang ga semua batang yang kutanam bisa tumbuh subur, karena hanya batang yang cukup tua yang bisa distek batang dalam menanamnya.. well, Selamat mencoba ya.. ^_^
Tampilkan postingan dengan label my little garden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my little garden. Tampilkan semua postingan
Rabu, 19 Oktober 2011
Harumnya Kemangi.. banyak manfaatnya
Senin, 17 Oktober 2011
Menanam Pisang di Halaman Rumah.. Mudah & Praktis
Siapa yang ga kenal dengan buah serba manfaat ini?? kalaupun ga suka buahnya, tapi pasti hampir setiap hari melihatnya meski sepintas lalu. Yup, tanaman ini hampir dapat dijumpai di manapun, dataran rendah maupun tinggi, di pedesaan maupun di perkotaan (note: ga termasuk kota yang dimana-mana cuma gedung-gedung yang tinggi. bersyukurlah aku masih tinggal di daerah yang mengenal PENGHIJAUAN ^_^ )...
Back to the point, memang tanaman ini tak seindah bunga yang dapat menghiasi halaman kita dan menjadikannya cantik untuk dilihat, tapi tanaman ini pun ga lepas juga dari estetikanya. Hal itu saya alami sendiri. Mertua saya (orang pensiunan memang punya seribu kegiatan agar tak bosan di rumah.. kegiatan yang patut ditiru&bermanfaat lho.. ) juga memiliki halaman yang tak begitu luas. namun halaman itu dimanfaatkan sebaik mungkin dengan menanam pohon-pohon. selain untuk penghijauan, hasil buahnya pun dapat dinikmati (kalo kata mertuaku sih, untuk anak cucu.. hehehehe... ). Nah, salah satunya ialah pohon pisang ini.
Beliau bilang bibitnya ini dari bangka (oleh-oleh dari kaka iparku). memang saat ia belum berbuah, keindahannya tak tampak. Tapi setelah ia tumbuh dengan rimbunan daunnya (sebaiknya rajin dipangkas dulu agar tidak terlalu tinggi), maka sebagian orang yang bertandang ke rumah mertuaku pasti senang melihatnya *jarang kan orang menanm pisang di teras rumah =).. terlebih saat pohon itu berbuah, setiap yang melihatnya pasti memujinya... bahkan beberapa orang memberi saran agar daun-daunnya kembali dipangkas agar tidak rimbun dan buah yang dihasilkan akan lebih montok (heemmm.. ) ,kira-kira 3bulan yang lalu, buahnya matang dengan sempurna. dan seperti kebiasaan mertua sebelumnya, buah pisang itu dibagikan ke tetangga meski cuma 3-4 pisang aja.. Katanya meski ga banyak, tapi itu bisa membuat tetangga senang (sungguh indahnya berbagi.. ).
seperti janji mertuaku, aku diberikan satu bibit dari cabang tunas pisang tersebut, alhamdulillah.. rejeki emang ga kemana.. xixixixi... dengan semangat yang berkobar (untung ga kebakaran di jalan ), saya langsung menanm bibit pisang itu sore harinya. dibuat agak berundak, agar umbinya tidak terbenam tanah terlalu dalam (menyulitkannya mendapat air dan sinar matahari yang cukup), serta agar saat pohon tersebut tumbuh, tanah disekitarnya dapat menutupi pangkal batang sehingga penampilan pohonnya pun jadi lebih cantik.. penyiraman dilakukan pagi dan sore hari kecuali turun hujan gak perlu lagi disiram agar tidak tergenang dan tunas pohon bisa membusuk. kini 3 bulan telah berjalan. meski sempat diacak-acak anjing liar *musuh beratku nie.. :( tapi alhamdulillah, tanaman itu tetap dapat tumbuh subur..
well, tinggal nunggu 1,5 thn lg dech hingga pohon itu bisa berbuah (lama beud... bisa diketok magic gak y biar cepat berbuah??hehehehe).. Mudah bukan??ga perlu capek-capek kasih pupuk (tapi aku kasih pupuk juga dech biar ga ngiri sama tanaman lain)..ga perlu tanah yang macem-macem.. insyaallah jadi.. =) But, bagi yang mau membudidayakannya dalam skala besar, please don't try my way... takutnya hasilnya ga maksimal.. kalo aku kan menanam cuma untuk hobi dan penghijauan.. kalau berbuah, itu namanya REZEKI dari Allah SWT ^_^ biar ga penasaran, tengok nie foto pohonnya..
Back to the point, memang tanaman ini tak seindah bunga yang dapat menghiasi halaman kita dan menjadikannya cantik untuk dilihat, tapi tanaman ini pun ga lepas juga dari estetikanya. Hal itu saya alami sendiri. Mertua saya (orang pensiunan memang punya seribu kegiatan agar tak bosan di rumah.. kegiatan yang patut ditiru&bermanfaat lho.. ) juga memiliki halaman yang tak begitu luas. namun halaman itu dimanfaatkan sebaik mungkin dengan menanam pohon-pohon. selain untuk penghijauan, hasil buahnya pun dapat dinikmati (kalo kata mertuaku sih, untuk anak cucu.. hehehehe... ). Nah, salah satunya ialah pohon pisang ini.
Beliau bilang bibitnya ini dari bangka (oleh-oleh dari kaka iparku). memang saat ia belum berbuah, keindahannya tak tampak. Tapi setelah ia tumbuh dengan rimbunan daunnya (sebaiknya rajin dipangkas dulu agar tidak terlalu tinggi), maka sebagian orang yang bertandang ke rumah mertuaku pasti senang melihatnya *jarang kan orang menanm pisang di teras rumah =).. terlebih saat pohon itu berbuah, setiap yang melihatnya pasti memujinya... bahkan beberapa orang memberi saran agar daun-daunnya kembali dipangkas agar tidak rimbun dan buah yang dihasilkan akan lebih montok (heemmm.. ) ,kira-kira 3bulan yang lalu, buahnya matang dengan sempurna. dan seperti kebiasaan mertua sebelumnya, buah pisang itu dibagikan ke tetangga meski cuma 3-4 pisang aja.. Katanya meski ga banyak, tapi itu bisa membuat tetangga senang (sungguh indahnya berbagi.. ).
seperti janji mertuaku, aku diberikan satu bibit dari cabang tunas pisang tersebut, alhamdulillah.. rejeki emang ga kemana.. xixixixi... dengan semangat yang berkobar (untung ga kebakaran di jalan ), saya langsung menanm bibit pisang itu sore harinya. dibuat agak berundak, agar umbinya tidak terbenam tanah terlalu dalam (menyulitkannya mendapat air dan sinar matahari yang cukup), serta agar saat pohon tersebut tumbuh, tanah disekitarnya dapat menutupi pangkal batang sehingga penampilan pohonnya pun jadi lebih cantik.. penyiraman dilakukan pagi dan sore hari kecuali turun hujan gak perlu lagi disiram agar tidak tergenang dan tunas pohon bisa membusuk. kini 3 bulan telah berjalan. meski sempat diacak-acak anjing liar *musuh beratku nie.. :( tapi alhamdulillah, tanaman itu tetap dapat tumbuh subur..
well, tinggal nunggu 1,5 thn lg dech hingga pohon itu bisa berbuah (lama beud... bisa diketok magic gak y biar cepat berbuah??hehehehe).. Mudah bukan??ga perlu capek-capek kasih pupuk (tapi aku kasih pupuk juga dech biar ga ngiri sama tanaman lain)..ga perlu tanah yang macem-macem.. insyaallah jadi.. =) But, bagi yang mau membudidayakannya dalam skala besar, please don't try my way... takutnya hasilnya ga maksimal.. kalo aku kan menanam cuma untuk hobi dan penghijauan.. kalau berbuah, itu namanya REZEKI dari Allah SWT ^_^ biar ga penasaran, tengok nie foto pohonnya..
Strawberry.. membayangkan kelezatannya, mari menanamnya..
awalnya saya bertanam strawberry ini hanyalah ketidaksengajaan. Saat berkunjung ke rumah mertuaku, aku melihat tanaman strawberry itu diantara himpitan tanaman-tanaman besar lainnya. Baru melihatnya saja, aku langsung membayangkan warna merah buahnya.. hehehehe... meski dengan ilmu yang pas-pasan (cuma tau dari televisi atau sepintas membaca majalah), aku langsung berniat membawa tanaman itu. Pesimis?ya iyalah.. setauku, strawberry itu hanya dapat tumbuh sempurna di daerah yang dingin, sedangkan palembang termasuk daerah panas (super panas kalo pendapatku). hhmm... ya, setidaknya tanaman kecil itu bisa dijadikan tanaman sementara agar halaman rumah baruku ini terlihat hijau =) ..
1minggu setelah itu, aku melihat strawberryku tak jua tumbuh (jadi makin pesimis dech ).. tapi mati juga enggak.. aneh.. maka dengan modal energi yang cukup dan waktu luang di sore hari, aku mencoba mengganti media tanah bawaan pot yang lama dengan tanah halamanku (sudah dicampur dengan tanah hitam yang ku beli di tukang tanaman).. kupisahkan satu pot di depan kamar mamaku (lebih teduh). sedangkan yang satunya lagi tetap di posisi semula. Alhamdulillah, 1 minggu setelahnya ku lihat tanaman strawberryku mulai tumbuh lagi keduanya. namun yang di pot depan kamar mamaku terlihat lebih subur mungkin karena lebih teduh. tak lama kemudian sulur-sulurnya pun mulai panjang, dan akhirnya menjadi bakal tanaman yang baru. setelah hampir 3 bulan, kini tanaman strawberryku sudah banyak, namun sebagian rusak diacak-acak anjing liar di lingkungan rumah kami. kini ada 6 pot yang tersisa. meski belum menunjukkan bakal buahnya, aku tetap semangat merawatnya. memberikan pupuk sekam 1 minggu sekali dan larutan pupuk perangsang buah.. semoga beberapa bulan lagi aku dapat menuai hasilnya.. Never Say Give up ok... ^_^
Menanam Mangga Apel.. hmmm.. yummy..
Memiliki sisa lahan yang ga begitu luas tapi juga ga kecil-kecil amat, tentu banyak alternatif bisa dipilih. Apakah lahan itu hendak dijadikan taman bunga yang indah atau dijadikan lahan kebun untuk berbagai tanaman buah. well, aku memilih opsi yang kedua. Berdasarkan pengalaman yang pernah ada, aku memang ga pernah berhasil menanam bunga (pesimis nie ceritanya).. hehehe.. tapi kalo bertanam buah, waktu masih kecil pernah bertanam semangka dan lumayan berhasil. so, i decided to be a gardener =)
Memilih jenis tanaman buah pun bukanlah pilihan yang mudah, karena kalo memilih tanaman buah seperti alpukat, rambutan, apalagi duren, bukan ga mungkin, lahanku cuma cukup untuk menanam 1-2 jenis pohon tersebut. Belum lagi menunggu pohon tersebut berbuah, wah.. bisa 5 tahun lewat menanti nikmatnya buah itu.. Hal ini dikarenakan jenis-jenis tanaman itu biasanya berasal dari bibit biji. finally, aku memilih mangga apel dan mangga harum manis untuk kebunku. Biar penantian tak terlalu panjang, aku memilih bibit mangga hasil okulasi.. hehehehe...
Cara menanam bibit mangga dapat dikatakan sangatlah mudah karena mangga merupakan tanaman yang tidak terlalu rewel dalam hal tanah dan cuaca ataupun perawatannya. Tidak seperti cara menanam jeruk yang membutuhkan perawatan ekstra telaten untuk dapat menghasilkan buah yang baik.
Jika sudah memiliki bibit mangga (atau beli saja yang sudah berumur 2thn agar lebih mudah bagi anda) , maka anda hanya cukup mengikuti tehnik sederhananya sebagai berikut :
Ukur luas tanah anda
Ukur jarak tanam, untuk jarak tanam bibit mangga kurang lebih 5-10 meter, dengan teknik diagonal atau disejejarkan bisa juga dengan bentuk segi tiga sama sisi.
Gali tanah ukuran Lebar dan Tinggi sekitar 50-100cm (L.100 cm T.100 cm direkomendasikan)
Bakar lubang hasil galian bisa menggunakan memasukan jerami atau sampah kering ke dalam lubang kemudian bakar. atau lebih bagus lubang hasil galian dibiarkan 1-2 minggu terbuka dan terkena sinar matahari.
Tanah hasil galian di campur dengan gabah atau dedak dan ditambah dengan pupuk kandang
Siapkan bibit tanaman mangga
Buka dan keluarkan dari polybag
Masukan tanah hasil campuran ke dalam lubang
Jika sudah mencapai ketinggian sepertiga masukan bibit ke dalam lubang kemudian masukan tanah sisa hasil galian
Mangga hasil okulasi biasanya terdapat mata okulasi. jangan sampai batas okulasi tertanam atau tertimbun tanah.
Mangga sudah berhasil kita tanam. Sekarang gimana merawatnya??jangan kuatir ya, ga begitu sulit juga kok cara merawat tanaman mangga jenis yang satu ini, simak ya..
Setelah pohon mangga di tanam lakukan penyiraman minimal 1-2 setiap hari. Jika anda menanam di musim hujan, sebaiknya frekuensi penyiraman dikurangi.
Lakukan pembersihan lahan di sekitar pohon dari gangguan rumput dan hama lainnya
Setelah 2 bulan lakukan pemupukan menggunakan pupuk organik/kandang bisa juga dengan pupuk anorganik seperti NPK, KCL, atau ZA
Itulah teknik sederhana cara menanam mangga apel, jika ada tambahan bisa ditambahkan di comment
Memilih jenis tanaman buah pun bukanlah pilihan yang mudah, karena kalo memilih tanaman buah seperti alpukat, rambutan, apalagi duren, bukan ga mungkin, lahanku cuma cukup untuk menanam 1-2 jenis pohon tersebut. Belum lagi menunggu pohon tersebut berbuah, wah.. bisa 5 tahun lewat menanti nikmatnya buah itu.. Hal ini dikarenakan jenis-jenis tanaman itu biasanya berasal dari bibit biji. finally, aku memilih mangga apel dan mangga harum manis untuk kebunku. Biar penantian tak terlalu panjang, aku memilih bibit mangga hasil okulasi.. hehehehe...
Cara menanam bibit mangga dapat dikatakan sangatlah mudah karena mangga merupakan tanaman yang tidak terlalu rewel dalam hal tanah dan cuaca ataupun perawatannya. Tidak seperti cara menanam jeruk yang membutuhkan perawatan ekstra telaten untuk dapat menghasilkan buah yang baik.
Jika sudah memiliki bibit mangga (atau beli saja yang sudah berumur 2thn agar lebih mudah bagi anda) , maka anda hanya cukup mengikuti tehnik sederhananya sebagai berikut :
Mangga sudah berhasil kita tanam. Sekarang gimana merawatnya??jangan kuatir ya, ga begitu sulit juga kok cara merawat tanaman mangga jenis yang satu ini, simak ya..
Itulah teknik sederhana cara menanam mangga apel, jika ada tambahan bisa ditambahkan di comment
menanam melon di kebun halaman?? why not??
Syarat utama usaha budidaya melon dihalaman rumah adalah halaman harus terpapar sinar matahari minimal 8 jam perhari. Kalaupun halaman rumah hanya terpapar sinar matahari 5-7 jam, itu masih dapat digunakan untuk usaha budidaya melon, walaupun masa produksi lebih lama. Pengaruh lama penyinaran terhadap usaha budidaya melon berpengaruh pada proses fotosintesi(penyusunan bahan organik didalam daun), semakin lama terpapar sinar matahari, maka fotosintat (zat hasil fotosintesis) yang dihasilkan semakin banyak.
Apabila halaman rumah sudah tidak ada tanah karena disemen atau di paving, maka usaha budidaya dapat dilakukan didalam pot, atau didalam polibag. Isi polibag dengan tanah, atau pasir, atau arang, atau materi sisa hancuran tembok gedung, atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut. Intinya semua materi yang mampu menyerap, dan menyimpan air dapat digunakan untuk media budidaya melon, yang penting tidak mengandung bahan beracun.
Persiapan media tanam, dimulai dengan mengisi polibag/pot dengan media yang mudah di peroleh, seperti uraian diatas. Persiapan berikutnya adalah perlakuan pada benih yang akan ditanam. Benih yang akan ditanam direndam dulu dalam air selama satu malam. Esok pagi harinya benih diambil, kemudian di taruh dalam kain basah, atau kertas basah. Kemudian diperam selama 24-48 jam, sampai tampak radikel(akar) keluar dari ujung benih. Bila benih sudah tampak radikelnya, maka benih siap ditanam dalam polibag/pot yang sudah disiapkan diawal.
Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari, tergantung kondisi media, apabila pada siang hari media kering maka harus disiram. Pada awal penanaman sampai umur 5 hari tanaman disiram dengan air biasa tanpa penambahan pupuk. Setelah tanaman melon berumur 6-14 hari, tanaman disiram dengan penambahan pupuk NPK dan pupuk mikro. Pupuk NPK mudah diperoleh ditoko-toko pertanian, sedangkan pupuk mikro dapat diambil dari abu pembakaran kayu, daun, atau kulit buah. Pupuk harus dilarutkan dalam air terlebih dahulu, baru kemudian disiramkan pada tanaman melon
Bunga melon akan terlihat pada 3-4 minggu HST. Bunga jantan lebih banyak dari bunga betina. Bunga jantan akan mati setelah 1-2 hari setelah mekar. Sedangkan bunga Betina akan menjadi bakal buah jika proses penyerbukan berjalan sempurna. Bunga betina yg tidak terserbuki dengan baik akan mati dengan sendirinya setelah 2-3 hr setelah mekar. Membedakan bunga jantan dan bunga cukup mudah. Bunga betina memiliki tonjolan kecil dibawah kelopak bunganya, sedangkan bunga jantan tidak. Bunga jantan akan terlihat mengumpul hampir di setiap pangkal daun, sedangkan bunga betina hanya terdapat satu di ketiak daun.
Tanda/Ciri penampilan Tanaman Siap Panen
- ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
- Jala/Net pada kulit buah sangat nyata/kasar
- Warna kulit hijau kekuningan
- Umur panen +3 bulan setelah tanam
- Waktu pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.
Tanda/Ciri penampilan Tanaman Siap Panen
- ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
- Jala/Net pada kulit buah sangat nyata/kasar
- Warna kulit hijau kekuningan
- Umur panen +3 bulan setelah tanam
- Waktu pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.
Langganan:
Postingan (Atom)



